Jakarta – Wabah virus corona yang meluluh-lantakkan semua sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia belum juga berangsur membaik. Sektor kesehatan, ekonomi, sosial, dan pendidikan menjadi imbas dari merebaknya wabah covid-19. Semua lini sedang terancam krisis yang sangat serius. Misalnya sektor ekonomi, Indonesia berada diambang ancaman resesi. Karena pada laporan kuartal kedua pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi menurun hingga minus 5,32%.
Merespon krisis yang sedang mengancam Indonesia Pusat Kajian Kepemudaan mendorong pemuda untuk berperan aktif merespon situasi krisis akibat wabah covid-19 melaui diskusi daring. PUSKAMUDA mengundang semua elemen pemuda untuk hadir dan memberikan suara. Nantinya diskusi ini akan melahirkan pemikiran-pemikiran dan masukan untuk dihadirkan dalam peringatan sumpah pemuda pada tahun 2020. “Diskusi ini bertujuan untuk menghidupkan jejaring pemuda dalam forum diskusi rutin menyambut sumpah pemuda 2020”, terang Rissalwan selaku Director Executive PUSKAMUDA.
Kegiatan diskusi daring ini akan dilakukan dengan cara (online) dengan konsep focus group discussion. Dimana semua undangan yang hadir akan diberikan kesempatan untuk mengutarakan ide, gagasan, dan masukan. Di awal diskusi akan diberikan pemantik oleh Direktur Puskamuda. Tema yang diangkat pada diskusi dari pertama ini adalah “Peran Pemuda di Masa Krisis”. Diselenggarakan pada Kamis, 3 September 2020.
Rissalwan juga menjelaskan diskusi ini akan dilakukan rutin untuk membahas isu strategis dan tema tentang kepemudaan. Sehingga ada kesinambungan untuk menghidupkan nalar kritis pemuda dan merawat jejaring pemuda Indonesia. “Diskusi ini memang didesain utk jadi forum diskusi rutin yang membahas berbagai tema tentang kepemudaan”, pungkasnya.
Peserta yang akan hadir dalam diskusi ini adalah pemuda-pemuda Indonesia yang masih duduk di bangku sekolah dan mereka yang sudah berkarir. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kedepan tak menutup kemungkinan akan semakin banyak pemuda Indonesia lain yang terlibat dalam diskusi ini.